Minggu, 19 Maret 2017


SMANSAR (10/3/2017)- Pasca launching Bank sampah “Berdikari” yang dilaksanakan di lapangan SMAN 1 Rembang, Siswa kemudian berduyun-duyun menabung sampah
“Ada beragam kejadian lucu, saat siswa pertama kali menabung sampah. Ada siswa yang begitu semangatnya,sampai-sampai sampah daun yang ada di sepanjang jalan  ke bank sampah dipunguti. Namun kemudian kecewa, lantaran petugas Bank menjelaskan kalau sampah daun tidak laku”, tutur Drs Sukirno, Direktur Bank Sampah Berdikari. Kemudian,  Ada juga siswa yang bertanya, “Pak, itu sampah salah masuk bak. Boleh saya ambil untuk tambahan tabungan sampah saya”. Imbuhnya. 
Hal senada diungkapkan  Listianto, S.Pd, Divisi SDM Berdikari. Menurutnya “beragam kejadian lucu muncul lantaran  siswa saking bersemangat untuk menabung sampah. Harapanya, semangat menabung ini terus bersemai dijiwa warga sekolah. Sehingga filosofi nama Berdikari, yang berarti mandiri mampu benar-benar menjiwai warga sekolah dalam mengelola sampah”. (B/SM)


SMANSAR (11/3/2017)- Indonesia adalah negara agraris. Namun, jumlah petani tiap tahunnya terus berkurang. Rilis hasil survei pertanian BPS, dalam kurun waktu 10 tahun yakni dari tahun 2003-2013, jumlah petani berkurang sebanyak 5 juta orang. Atau rata-rata sebesar 1,75 persen pertahunnya.
Guna membangun kecintaan dan kepedulian terhadap petani, OSIS SMAN 1 Rembang (Osis SMANSAR) mengadakan blusukan ke  sejumlah petani di daerah sekitar kecamatan Rembang. Blusukan diisi dengan pembagian sumbangan bibit cabe ke Petani. Bibit cabe tersebut merupakan bibit hasil budidaya dari ekstra pertamanan.
“Kegiatan pembagian bibit ke petani sebenarnya sudah sering SMANSAR lakukan. Biasanya Kami mengundang perwakilan kelompok tani ke sekolah untuk menerimanya. Tapi, untuk periode ini, kami ajak anggota OSIS blusukan langsung ke petani. Tujuannya, agar semangat peduli ke lingkungan lebih mengena” jelas Bambang Eko Basuki, S.Pd Waka Kesiswaan SMAN 1 Rembang(B/SM)       

Jumat, 17 Maret 2017


SMANSAR (7/3/2017)-Kiprah kontingen SMANSAR di ajang  Olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) tahun 2017, kembali menunjukan tajinya. Dua atlet, dari dua cabang berbeda, sama-sama berhasil meraih medali perak. Kedua atlit tersebut yakni, Tomi Setiawan dari cabang Pencak silat, dan Sri Sindi dari cabang Bulu tangkis puteri. 
Meski mendapat medali, namun kedua atlit tersebut dipastikan gagal berkiprah di O2SN tingkat Karsidenan. “Karena,yang berhak mewakili kabupaten ditingkat karsidenan hanya diambil peringkat pertama”, tutur Adhi Isnanto, Guru pembimbing O2SN SMANSAR. Namun demikian, menurutnya, “hasil ini sudah sangat bagus. Dan bisa dijadikan sebagai ajang pemanasan, menjelang dilaksanakannya pekan olahraga pelajar daerah (POPDA) diakhir maret nanti”.
Selain O2SN, dibulan maret ini, akan digelar juga Olimpiade sains nasional (OSN), Pekan olahraga pelajar daerah (POPDA), dan Festival lomba seni Siswa nasional (FLS2N)  (B/SM)

Setelah berhasil menyabet gelar sekolah adiwiyata ditingkat kabupaten pada tahun 2016, kini SMANSAR siap melaju untuk menjadi sekolah Adiwiyata nasional.
Pada rentang antara tanggal 13-30 maret 2017 nanti, tim penilai Adiwiyata dari provinsi jawa tengah akan melakukan visitasi ke SMANSAR. Seperti tahun lalu, visitasi ini akan menentukan layak atau tidaknya SMANSAR menuju Sekolah Adiwiyata nasional.
Untuk itu, beragam program inovasi dan perbaikan terkait lingkungan jauh-jauh hari telah dipersiapkan. 
Setidaknya, ada tiga program inovasi lingkungan unggulan yang telah disiapkan sejak tahun 2016.
pertama, Umah Ijo dan kebun organik. Umah Ijo adalah kebun tempat budidaya tanaman hias. hasil budidaya tanaman hias, biasa disewakan untuk dekorasi beragam acara sekolah. Sedangkan kebun organik, merupakan kebun tempat budidaya tanaman pangan organik, seperti kangkung dan caisim. pada saat musim panen, hasilnya akan dijual kepasar oleh siswa.
Kedua, ekstrakurikuler pertamanan.Sejak tahun ajaran baru 2016/2017,SMANSAR berkomitmen untuk menumbuhkembangkan kecintaan dan ketrampilan dalam budidaya tanaman melalui ekstrakurikuler pertamanan.
Ketiga, Bank sampah sekolah (BSS) kejujuran, “Berdikari”. Bank sampah yang dikembangkan di SMANSAR merupakan inovasi berupa penggabungan dari konsep bank sampah konvensional dengan kantin kejujuran. Dalam praktiknya, Siswa yang menimbang, mencatat, dan memilah serta menata sampahnya sendiri.
Selain ketiga program inovasi tersebut, kesiapan menuju Sekolah Adiwiyata nasional yakni dengan tetap membudayakan perilaku dan semangat sadar lingkungan civitas akademika SMANSAR.
Upaya serius yang dilakukan SMANSAR menuju Sekolah Adiwiyata nasional tidaklah lepas dari pamor ‘Adiwiyata’ saat ini. Dimana, hampir setiap sekolah saat ini berlomba-lomba untuk mendapat predikat sebagai Sekolah Adiwiyata nasional.
Selain itu, hal tersebut juga merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam pencapaian visi besar SMA N 1 Rembang, yakni berprestasi dalam Iptek dan imtak, berbudaya bangsa dan berwawasan lingkungan.
Kepedulian SMAN 1 Rembang terhadap lingkungan sudah tercermin dari beberapa penghargaan terkait lingkungan. Seperti predikat Sekolah sehat tingkat nasional. Dan pada pertengahan bulan November 2016, Sekolah ini didaulat menjadi salah satu tempat pencanangan Gerakan masyarakat sehat (Germas) dari kementrian kesehatan (B/SM)     

Sampah merupakan permasalahan yang sangat pelik. Tidak hanya di kota, di desa, bahkan di sekolah pun menjadi masalah yang sulit ditangani. Sampai kapan pun permasalahan sampah akan tetap  ada. Selama  ada makhluk hidup, selama itu pula akan ada masalah sampah.  
Hasil riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan, menempatkan Indonesia sebagai negara kedua terbesar di dunia penyumbang sampah plastik ke laut. Sedangkan menurut Riset Greeneration, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun (Kompas,23 Januari 2016).
Mengatasi sampah bukanlah persoalan mudah. Berbagai kebijakan telah dilakukan.Bahkan di daerah-daerah tertentu, ada yang membuat peraturan daerah (perda) khusus perihal sampah. Nyatanya, hasilnya pun belum maksimal.
Akar utama masalah sampah  yakni,  mental dan mindset (pola pikir-pen) masyarakat akan sampah itu sendiri. Selama ini, sampah hanya  dianggap sebagai suatu sisa yang tak berguna. Selain itu, kesadaran akan bahaya sampah juga masih kurang. Banyak orang yang tahu tentang bahaya sampah. Namun mereka tidak sadar dan betul-betul peduli terhadap sampah
Mengatasi masalah sampah, berarti masalah bagaimana merubah mental dan mindset masyarakat tentang sampah. Untuk merubah mental dan mindset itu,  tentu membutuhkan waktu yang lama. Sekolah sebagai tempat pendidikan merupakan lingkungan yang paling tepat untuk inkubator (penggodokan-pen) pembentukan mental dan mindset itu 
Banyak cara yang dapat diterapkan Sekolah untuk membentuk mental dan mindset peduli sampah. Diantaranya, yakni dengan memasukan materi lingkungan hidup kedalam mata pelajaran, mengadakan ekstrakurikuler tentang lingkungan, ataupun membentuk bank sampah sekolah
Cara yang disebutkan terakhir, meskipun merupakan inovasi baru. Namun, di beberapa sekolah saat ini menjadi trend. Karena, keberadaan bank sampah dapat menjadi solusi efektif untuk pengelolaan sampah.
Bank sampah , merupakan sistem pengelolaan sampah  yang manajemennya mengadopsi sistem perbankan Dimana, sampah yang selama ini dibuang, kini justeru ditabung. Saldo tabungan sampah, nantinya dapat ditukarkan. Baik dengan uang, barang, ataupun jasa tertentu, sesuai dengan kesepakatan. Sedangkan sampahnya sendiri, oleh pihak bank sampah dapat dijual, ataupun didaur ulang 
Melalui Bank sampah sekolah, warga sekolah, baik itu Siswa, guru, maupun karyawan diajak untuk terbiasa peduli dengan sampah. Sampah-sampah yang ada disekitarnya, tidak lagi mereka buang. Melainkan mereka pilah, simpan, tabung dan manfaatkan. 
Penulis meyakini, jika kebiasaan ini bisa dimulai pada level pendidikan yang paling dasar, kedepan Sampah bukan lagi masalah. Sebaliknya justeru menjadi berkah.
Oleh karenanya, marii kita galakan semangat, “Yuk nabung sampah” 
Oleh: Drs Sukirno

Senin, 20 Februari 2017

PURBALINGGA – Berhasil menyeimbangkan antara bangunan dan ruang terbuka hijau, SMA1 Rembang diajukan menjadi Sekolah Adiwiyata.
Jumat (22/4) kemarin, bertepatan dengan Hari Bumi, Tim Verifikator Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Tengah mengunjungi sekolah yang berlokasi tepat di depan Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang itu.
Rombongan terdiri atas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jateng, dosen Unnes dan Upgris, serta unsur dinas pendidikan. Kukuh Santoso, anggota tim verifikator, setiba di SMA 1 Rembang Purbalingga memberi apresiasi. “Ternyata setelah masuk ke areal sekolah, sangat luar biasa.
Sangat pantas jika sekolah ini menyandang predikat sebagai sekolah adiwiyata,” katanya. Setiba di sekolah, tim verifikator langsung mengunjungi sekolah yang pernah menyabet juara pertama Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional itu.
Kepala sekolah Purwito menjelaskan, lingkungan SMA 1 Rembang dibangun dengan memperhatikan konsep keseimbangan antara bangunan dan ruang terbuka hijau.
“Sudah lama kami membuat ratusan biopori di lingkungan sekolah. Sebagai jalan bagi air hujan untuk meresap ke bumi sekaligus menghasilkan kompos,” jelas Purwito.
Partisipasi Siswa
Dia juga berharap, momen penilaian ini menjadi suntikan energi positif untuk mewujudkan SMAN 1 Rembang sebagai pelopor adiwiyata. Salah seorang verifikator, Ari Susatyo Nugroho menilai lingkungan SMA 1 Rembang sangat bagus.
Apalagi ada pelibatan dan partisipasi siswa dalam mewujudkannya. Ari yang juga dosen Univeritas PGRI Semarang (Upgris) menyarankan, pelibatan siswa tersebut dimantapkan dengan dokumen pendukung.
Sementara itu Puji R Pratiwi, guru yang juga Koordinator Kegiatan Berbasis Partisipatif, mengatakan sekolahnya mengusung konsep keseimbangan antara luas bangunan dan ruang terbuka hijau. Dengan adanya keseimbangan berbasis lingkungan, warga sekolah merasa nyaman beraktivitas. Sekaligus terstimulasi energinya untuk berprestasi.
“Program yang dilakukan terkait adiwiyata di antaranya reduce (penggunaan produk ramah lingkungan), reuse (penggunaan barang bekas pakai), dan recycle (mendaur ulang),” jelas guru matematika itu
Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/sma-1-rembang-maju-sebagai-sekolah-adiwiyata/

Rabu, 15 Februari 2017


Memeringati hari kelahiran Jendral Soedirman yang ke101 Pemerintah daerah Kabupaten Purbalingga menggelar Festival Soedirman. Acara yang berlangsung selama satu minggu tersebut, dipusatkan di area depan Monumen Jendral Soedirman. 
SMAN 1 Rembang ditunjuk untuk mendirikan stand mewakili institusi pendidikan. 
“Stand yang Kami dirikan mengusung tema yakni menyebarkan semangat hijau. Hal ini sebagai bagian dari sekolah, untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat akan visi sekolah yang berwawasan lingkungan”, ungkap Ani Khasbiyah, Waka Humas SMAN 1 Rembang. 
Oleh karenanya, isi dari stand kami berupa produk-produk yang bernuansa semangat hijau. Seperti pesawat aero modeling yang dibuat siswa dengan pembina, dengan berbahan dasar sebagian memanfaatkan sampah styrofoam. selain itu, ada produk-produk kerajinan dari sampah. Seperti wayang Sampor atau sampah organik, Tas dari plastik, tempat pensil dari sisa kayu. tambahnya.
Disamping itu, ditampilkan pula produk dari ekstrakurikuler pertamanan. Yakni, aneka tanaman hias dan sayur-sayuran organik
Selain pameran stand dari berbagai institusi, gelaran festival soedirman diisi dengan beraneka kegiatan. Mulai dari lomba marathon pikul tandu replika jendral soedirman, atraksi berkuda, pengukuhan pasukan bela negara oleh menteri pertahanan Riyamizad Riyacudu, konser band Netral, hingga pengajian akbar yang menhadirkan Habib Luthfi.
Menurut Bupati Purbalingga, Tasdi SH MM, Kedepannya Fetival Soedirman akan menjadi festival rutin tahunan untuk memeringati hari lahir jendral soedirman. Festival tersebut juga bertujuan untuk semakin mengenalkan Rembang sebagai tanah kelahiran Jendral Soedirman (B/SM).
PURBALINGGA – Bertepatan dengan Hari Buku Nasional, Perpustakaan Serambi Ilmu SMA 1 Rembang dikunjungi Tim Penilai Lomba Perpustakaan SLTA Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Selasa (17/5). Kunjungan itu merupakan tahap lanjutan, setelah pada seleksi awal, perpustakaan sekolah di Desa Bantarbarang ini dinyatakan masuk peringkat enam besar tingkat provinsi.
Kasubbid Pengembangan Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jateng Adib Suharto yang memimpin tim penilai mengungkapkan, tujuan kunjungan untuk memastikan kesesuaian antara borang yang diisi pihak sekolah dan kondisi riil. ’’Setelah ditinjau langsung, tim mendapati semua data yang diisikan oleh sekolah merupakan kondisi riil. Tidak diadaadakan,’’ jelasnya.
Adib bahkan menemukan, ada sejumlah item fasilitas yang tidak dimasukkan borang. Di antaranya fasilitas globe, buku rujukan, buku-buku bermuatan lokal, dan perpustakaan kelas. Anggota tim penilai selain Adib di antaranya Nugroho Sismartanto dan Agus Priyanto.
Sudah Memadai
Menurut anggota tim penilai, Nugroho Sismartanto, luas bangunan perpustakaan 354 meter persegi sudah memadai. Nugroho yang juga pustakawan Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah ini menilai, koleksi yang mencapai 18.679 eksemplar dari 2.987 judul sudah memadai. Kepala Sekolah Purwito menyatakan, jam buka perpustakaan pada pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.
Untuk memudahkan pengunjung, dibuat layanan otomatis. Di antaranya pelayanan peminjaman, katalog digital, dan pemindaian kartu anggota sebagai tanda kunjungan. Perpustakaan yang dipimpin M Aminudin ini kerap berinovasi untuk mendongkrak jumlah pengunjung. Di antaranya mengadakan lomba dubsmash dan story telling. Pihak perpustakaan juga memberikan reward kepada pengunjung tersering dan peminjam terbanyak tiap tahunnya.
Dari 600 siswa, rata-rata kunjungan 140-an orang per hari. ’’Pada event tertentu seperti Hari Buku Nasional, kami memberikan door prize bagi pengunjung perpustakaan dengan cara diundi. Ini merupakan upaya untuk menggalakkan budaya baca di kalangan sivitas,’’ jelas Purwito.
Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Purbalingga Sidik Purwanto berharap SMA 1 Rembang yang letaknya jauh dari pusat kota bisa menyabet juara pertama. Juga mewakili Jawa Tengah pada lomba perpustakaan sekolah tingkat nasional. Kepala Sekolah Purwito berharap bisa menyabet juara. Karena tujuan mengikuti lomba tentu menjadi juara.
’’Namun predikat juara bukanlah hal yang utama. Yang terpenting, sebagai momen untuk meningkatkan minat baca warga sekolah serta pelayanan pustakawan,” tegasnya. Salah satu guru Puji R Pratiwi menyatakan, keberadaan perpustakaan sekolah sangat menunjang kegiatan pembelajaran. Terutama mapel Matematika yang diampunya.
’’Aspek pembelajaran Matematika sebenarnya sangat luas. Tetapi yang diajarkan di kelas terbatas. Dengan membaca di perpustakaan, pengetahuan siswa menjadi lebih berkembang,” jelasnya. (mn-55)
Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/perpustakaan-sma1-rembang-dinilai-provinsi/

Plastik..... Semua orang membutuhkan plastik. Keistimewaan plastik adalah proses produksinya memerlukan energi yang jauh lebih hemat dibandingkan kantong kertas. Keistimweaan yang kedua adalah plastik memiliki bobot yang ringan, praktis, dan tidak mudah pecah. Dengan demikian, yang dilakukan saat ini adalah tidak memusuhi plastik, tetapi menemukan solusi mempercepat proses penguraian plastik, yang awalnya membutuhkan ratusan tahun untuk mengurai, menjadi lebih singkat hanya dalam beberapa tahun saja.
Jika kita melirik ke belakang, kita akan tahu plastik berasal dari jasad renik (mikroorganisme) dari tumbuhan laut yang mati dan mengendap di dasar bumi. Dan pelapukan tersebut akan bertransformasi jasad-jasad renik tersebut menjadi minyak bumi yang menjadi bahan dasar plastik. Banyak informasi dan mitos keliru yang saat ini diketahui masyarakat. Steven Hetges, pakar kimia plastik dari Amerika menyatakan bahwa plastik sesungguhnya tidak membahayakan. Kesimpulan itu diperoleh melalui sebuah penelitian yang dilakukan secara hati-hati oleh pemerintah maupun badan-badan peneliti di dunia.
Di Samudra Pasifik sendiri, kedalaman sampah plastik hampir 150 meter. Kira-kira ada 35 ngeara di sekitar Samudra Pasifik yang mengakhiri sampahnya di Samudra Pasifik. Dan sekitar 90% isi di Samudra Pasifik adalah sampah plastik
sumber: www.facebook.com/asosiasibanksampah

Jumat, 10 Februari 2017

Berbagai makanan tradisional hasil karya siswa siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga memeriahkan pameran dalam rangka Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di halaman sekolah Selasa (15/11).
Aneka makanan tradisional yang terbuat dari bahan selain beras seperti ubi kayu, ubi jalar, talas, jagung dan bahan lainnya yang sudah diproses menjadi aneka makanan  getuk, tiwul, nasi jagung serta olahan lainnya menarik minat para pengunjung untuk mencicipi semua makanan olahan siswa tersebut. Dengan memberikan skor/nilai untuk setiap makanan yang dicicipi oleh setiap pengunjung, mulai dari Kepala BPOM Penny Lukito, Bupati Purbalingga Tasdi beserta istri dan Wakil Bupati (Wabup) Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi juga mencicipi semua olaha makanan tradisional tersebut.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Rembang Purwito menuturkan bahwa kegiatan pameran makanan tradisional merupakan kreatifitas para siswa serta bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa jenis-jenis makanan tradisional yang sehat.
“Itu merupakan kreatifitas siswa per kelas  dan setiap kelas masing-masing membuat kreatifitas siswa jenis  makanan tradisonal yang sehat. Tujuannya untuk memperkenalkan kepada anak bahwa  itu lho jenis makanan tardisional sehat dan anak ternyata anak antusias dan anak mau makan buah, minuman makan, seperti kimpul dan lain sebabaginya,”ujarnya.
Tujuan lainya, tambah Purwito adalah untuk memperkenalkan dan membangkitkan kembali  serta membudayakan supaya anak mengerti bahwa makanan tersebut enak dan menyehatkan juga harapannya setelah dewasa paham tentang makanan tradisional yang sehat sebagai alternative pengganti beras.
“Harapanya, anak nanti setelah dewasa tahu dan paham tentang makanan sehat, utamanya makanan tradisional dan itu bisa diberdayakan sebagai alternatif makanan pengganti beras,”jelasnya.
Di bagian lain, Kepsek SMAN 1 Rembang juga siap mendukung gerakan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat yakni Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas). Dukungan yang diberikan pihak sekolah antara lain, pembudayaan lingkungan sehat bagi seluruh anak didik dan lingkungan sekolah, adanya kantin sehat. Sekolah sehat juga menjadi salah satu ikon pihaknya dalam mendukung Germas.
“Bukan hanya saat Germas saja pola hidup sehat kami terapkan, namun kami juga menciptakan sekolah sebagai tempat mendidik anak untuk berpola hidup bersih dan sehat. Kelak kalau hal itu dapat  terwujud dengan penerapan hidup sehat agar dapat membentuk masyarakat yang sehat. Dan semua itu berawal dari pendidikan sehat di sekolah
Purwito menambahkan, sekolah sehat sebagai salah satu ikon di sekolah tersebut, pihaknya bersama seluruh  jajarannya memotivasi untuk menciptakan Susana sekolah yang sehat dan mendidik hidup sehat.
“Ikon ini tidak dimiliki semua sekolah,”ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pendidikan pola hidup sehat dengan mengenal makanan dan obat yang sehat dan aman secara khusus BPOM Provinsi Jawa Tengah juga melakukan uji makanan di kantin SMAN 1 Rembang serta menggelar pameran POM. Selain itu sekolah tersebut juga memamerkan hasil karya ekstrakurikuler berupa pesawat aeromodeling yang terbang di arena Germas dengan menarik spanduk pencanangan Germas. Pesawat aeromodeling yang memiliki spesifikasi wing span empat meter dan berbahan kayu balsa merupakan karya ekstra kurikuler satu-satunya di Kabupaten Purbalingga dibuat oleh peserta ekstra kurikuler dengan bimbingan para guru.
Sumber: http://purbalingganews.net/galeri-foto/3382-makanan-tradisional-buatan-siswa-sman-1-rembang-meriahkan-pameran-germas.html

Apa itu 5R?
5R adalah sebuah singkatan yang berasal dari Bahasa Inggris, yaitu : (1) Reduce (mengurangi), (2) Reuse (menggunakan kembali), (3) Recycle (mendaur ulang), (4)Replace (mengganti), (5) Replant (menanam kembali). Langsung saja dibawah ini, penjelasan singkat dari pengertian konsep 5R beserta contoh penerapannya :
Reduce atau pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian suatu barang atau pola perilaku manusia yang dapat mengurangi produksi sampah, serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contohnya adalah mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak bisa didaur ulang, dll. 
Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Contohnya adalah menggunakan kembali botol bekas yang masih layak untuk tempat minum, dll. 
Recycle atau mendaur ulang adalah kegiatan mengolah kembali (mendaur ulang). Pada prinsipnya, kegiatan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos, memanfaatkan barang bekas untuk dibuat kerajinan, dll.
Replace atau penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alternatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya adalah mengubah penggunaan kertas tisu dengan menggunakan sapu tangan, dll. 
Replant atau penanaman kembali adalah kegiatan penanaman kembali, sering juga disebut reboisasi. Contohnya adalah melakukan kegiatan reboisasi hutan mangrove untuk mengurangi global warming

Minggu, 05 Februari 2017


Awalnya Angger Putri Tanjung berjalan-jalan di depan taman budaya Yogyakarta melihat nenek penjual jagung grontol di emperan toko emas. Pemandangan itu menginspirasi Angger menuangkannya dalam poster yang akan dibawanya ke Festival Seni SMA Internasional di Tokyo, Jepang, pada 3-7 Juli 2014.

"Pemilik toko emas itu tidak mengusir nenek tersebut padahal toko itu sedang ramai. Saya merasa itu adalah bentuk toleransi yang sangat besar," ujar Angger saat diwawancara detikcom usai pelepasan 35 siswa SMA mengikuti olimpiade sains internasional di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu lalu.

Siswi yang baru lulus dari SMAN 1 Rembang Purbalingga dan menjadi satu-satunya peserta yang lolos mewakili Indonesia di ajang seni siswa SMA se-dunia tersebut. Dia mengangkat karya yang bertema Tolerance is Beautiful.
"Pesannya ya kita harus toleransi satu sama lain, banyak masalah di dunia ini lahir dari ketidaktoleransian terhadap sesama," lanjutnya. 

Karya seni berupa poster ini dibuat sendiri oleh Angger dengan menggunakan aplikasi grafis Photoshop dan sketsa manual. Poster karyanya menggambarkan benang kusut yang diurai oleh sepasang tangan menjadi untaian benang-benang berwarna-warni serta disambut oleh empat anak-anak. Angger mengungkapkan terdapat kisah dan filosofi di balik karyanya tersebut.

Sosok sepasang tangan yang ada di karya Angger dijelaskannya menggambarkan usaha manusia untuk bertoleransi. Gambar rajutan benang kusut mencerminkan persoalan-persoalan sosial yang selama ini ada. Rajutan benang indah yang terurai diumpamakan dengan toleransi maka persoalan sosial yang ada akan terselesaikan dan menjadi sebuah keindahan dalam kehidupan sosial kita. Benang berwarna-warni ini juga menunjukkan bahwa perbedaan itu indah. Sedangkan empat anak yang menyambut adalah refleksi dari filosofi Jawa yaitu Teken (pegangan hidup), Tekun (giat/rajin/teguh), Tekan (sampai), dan Temoto (teratur/tertata).

"Empat anak itu gambaran dari pepatah jawa 'siapa yang teguh berpegang teguh pada prinsip hidup, tekun dan bertahan, pasti akan sampai pada tujuan, setelah sampai insya Allah semua akan tertata'," jelas Susiawan, pembimbing yang mendampingi Angger.

Pada gambar karya Angger juga tampak tangan dengan jari yang berbalut plester. Angger menjelaskan plester tersebut diumpamakan pengorbanan ego diri sendiri untuk kepentingan orang lain. Menurutnya, keharmonisan toleransi tidak akan tercipta jika tidak ada sikap saling berkorban.

Karya dari Angger ini adalah pemenang dari Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diadakan tahun 2013. Setelah memenangkan FLS2N, karya gadis yang bercita-cita menjadi desainer grafis ini kemudian dikirim ke panitia International High School Arts Festival di Tokyo Jepang untuk dilombakan kembali dan dipamerkan di National Art Centre, Tokyo. Selain mendapat dukungan dari sekolah dan keluarganya, Angger pun mendapat dukungan dari pemerintah Jawa Tengah.

"Iya, biaya ke Jepang 50 persen lebih dari gubernur (Ganjar Pranowo)," ujar Susiawan.

Kini, Angger telah diterima di jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret melalui jalur undangan. Angger yang memang memiliki bakat dan minat di bidang seni ini mengaku akan tetap berkarya di bidang seni desain

sumber: http://news.detik.com/tokoh/2628368/bawa-pesan-toleransi-angger-putri-wakili-ri-ke-festival-seni-sma-dunia

Selasa, 10 Januari 2017

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Angger Putri Tanjung (17) siswi kelas 11 IPA SMA 1 Rembang berhasil meraih medali emas dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang digelar di Medan, 16-22 Juni lalu. Ia mengalahkan 33 peserta dari seluruh Indonesia di kategori lomba poster.
Menurut Angger, dalam lomba itu, panitia mengangkat tema besar Perilaku Kontraproduktif Remaja dengan Perkembangan Bangsa. Adapun tema khusus putri yaitu Perilaku Konsumtif. Dari tema yang ditentukan itu, ia menggambar poster berupa sepasang wayang yang gemar belanja. Wayang itu menjinjing aneka tas belanjaan.
"Atas inisiatif saya dan guru pembimbing, pak Susiawan Haryano, guru seni rupa, saya mengangkat wayang beber ke poster. Wayang digunakan sebagai identitas bangsa Indonesia. Tetapi identitas itu terkontaminasi dengan perilaku konsumtif masyarakat terutama remaja," katanya, kemarin.
Selain itu, penggunaan wayang, lanjutnya, juga sebagai pengingat identitas budaya nusantara yang saat ini banyak dilupakan oleh pemuda. Inilah yang membuat beda dengan karya-karya peserta lain.
Selain itu, teknik yang digunakan gadis kelahiran Purbalingga 28 September 1995 itu adalah memadukan teknik manua dan digital. Awalnya, ia menggambar secara manual. Gambar itu lalu ia edit menggunakan program Corel Draw dan Adobe Photoshop. Ini juga yang menjadi nilai lebih dibanding peserta lain yang hanya mengandalkan foto editing digital saja.

"Untuk membuat poster jadi, saya menghabiskan waktu delapan jam. Setelah jadi, gambar di cetak," kata anak kedua pasangan Erizon dan Lidia Nining Purwanti yang tinggal di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang ini.
Atas prestasi itu, ia akan kembali bertarung dengan juara lomba yang sama di kategori putra. Nantinya, salah satu yang terbaik akan mewakili Indonesia dalam ajang lomba desain grafis di Jepang tahun mendatang

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/06/27/162360

Sekilas kita hanya mengenal istilah Go Green! itu sebagai upaya penyelamatan bumi. Dalam pembahasan ini akan diulas lebih lengkap mengenai gerakan Go Green! Yuk...

Mengingat kondisi bumi yang semakin tidak terpelihara lagi yang diakibatkan oleh ulah manusia. Aktivis dan masyarakat yang perduli lingkungan melakukan gerakan pelestarian Go Green!.Dengan gerakan ini kita berharap bumi akan menjadi tempat tinggal yang layak bagi semua mahluk hidup pada masa sekarang maupun yang akan datang

Pengertian  
Go Green merupakan tindakan atau perbuatan yang ditujukan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan akibat ulah manusia, dimana dengan menitikberatkan penghijauan lingkungan.

Konsep Go Green

Konsep Go Green adalah 4 R yakni :

Reduce
Reduce merupakan kegiatan yang mengupayakan pengurangan penggunaan dan material yang biasa kita gunakan. Tujuan utamanya adalah meminimalisir bertambahnya sampah dari sisa-sisa sampah atau  barang-barang yang kita gunakan.

Contoh reduce yang bisa kita lakukan adalah melakukan refill terhadap botol sabun cuci piring, pulpen, botol kecap / saus dll, sehingga botolnya tidak langsung dibuang. 

Reuse
Reuse atau penggunaan ulang merupakan penggunaan suatu barang lebih dari satu kali. Hal ini mencakup penggunaan kembali secara konvensional dimana barang dipakai lagi dengan fungsi yang sama dan penggunaan kembali dimana barang dipergunakan dengan fungsi yang berbeda.

Berbeda dengan mendaur ulang yang menghancurkan barang bekas menjadi bahan mentah, untuk dibuat barang baru kembali. Proses ini menghemat waktu,energi, uang, dan sumber daya.

Contoh

Dengan fungsi yang sama, misalnya : Perakitan kembali, Program pengisian ulang, dan Penukaran barang bekas. Dengan fungsi yang berbeda, misalnya: menggunakan pakaian bekas sebagai lap

Manfaat Reuse adalah
  • Menghemat bahan mentah dan energi sepanjang barang yang dipergunakan kembali menggantikan barang baru yang dapat diproduksi industri.
  • Mengurangi kebutuhan akan tempat sampah dan biaya.
  • Dapat memberikan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan.
  • Bermanfaat bagi konsumen dengan menghemat uang karena barang yang dipergunakan kembali pada umumnya dijual dengan harga lebih murah relatif terhadap barang baru.
Kerugian Reuse adalah 
  • Terkadang membutuhkan proses pembersihan dan transportasi, yang mengorbankan lingkungan juga.
  • Beberapa barang mungkin berbahaya jika dipakai kembali, misalnya beberapa jenis plastik yang membentuk kemasan makanan, tidak direkomendasikan untuk dipergunakan kembali karena risiko zat plastik yang berdifusi ke dalam makanan.
  • Barang yang dipergunakan kembali haruslah lebih tahan lama. Ini berarti, dalam proses produksi awal, barang tersebut akan membutuhkan lebih banyak material.
  • Mensortir dan mempersiapkan barang untuk dipergunakan kembali membutuhkan banyak waktu, yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi konsumen dan mengorbankan uang.
Recycle
Recycle atau daur ulang merupakan proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru. Tujuan daur ulang adalah mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca. Saat ini sudah banyak sampah-sampah yang diolah oleh tangan-tangan kreatif menjadi suatu barang yang memiliki nilai guna kembali. Proses daur ulang secara garis besar adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses produksi. Material yang mungkin bisa didaur ulang adalah Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik

Contoh :
Bahan bangunan , material bangunan bekas yang telah  dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspal, batubata, tanah dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa digunakan menjadi pelapis jalan sejenis aspal sedangkan hasil yang lebih halus dapat dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata

Replace
Reduce merupakan upaya mengganti barang-barang  yang merusak lingkungan dengan barang-barang yang berfungsi sama namun ramah lingkungan. Contohnya adalah Orang Jepang lebih memilih menggunakan kain sebagai tas belanjaan daripada plastik, Mengendarai sepeda atau berjalan kaki dibandingkan dengan mengendarai kendaraan bermotor dan penggunaan sapu tangan dibandingkan menggunakan tisu.

Macam-macam Ulah Manusia Yang Merusak Bumi

Disadari atau tidak, tangan-tangan manusialah yang merusak bumi. dampaknya adalah ketidakseimbangan ekosistem dan tentunya berdampak buruk pada makhluk yang ada didalamnya .

Pembakaran Hutan dan Penebangan Liar

Sering kali pengusaha real estate yang ingin mendapatkan keuntungan besar dengan mendirikan bangunan secara ilegal, membakar hutan untuk dijadikan lahan perumahan tanpa dilakukan rebosiasi kembali. Dampak yang ditimbulkan misalnya: karena pohon-pohon hijau ditebang liar / sengaja dibakar menjadikan berkurangnya asupan oksigen dibumi dan udara menjadi semakin gersang.

Penambangan Pasir Laut
Suatu kesalahan besar yang dilakukan Bangsa Indonesia adalah melakukan penambangan pasir laut disekitar Perairan Kepulauan Riau, Singkep, Bangka Belitung. Penambangan pasir laut ditujukan untuk kegiatan ekspor keluar negeri. Dalam hal ini , Singapura sebagai negara tetangga terdekat menjadi penerima ekspor tersebut.

Tanpa kita sadari bahwa bahwa kandungan pasir laut tersebut sesungguhnya kaya akan vandium, titanium dan palladuim. Oleh Singapura pasir laut Indonesia di ekspor kembali ke Amerika dan Jepang. Dampak yang terjadi pada Indonesia adalah kerusakan seperti tenggelamnya pulau-pulau kecil, abrasi, dan merusak ekosistem laut

Polusi
Polusi adalah zat atau senyawa kimia yang masuk ke dalam lingkungan pada kadar yang melebihi ambang batas toleransi yang dapat diterima manusia sehingga dapat membahayakan kondisi bumi ini.
Contohnya adalah cfc dari pendingin ruangan dan kulkas, karbon dioksida dari asap kendaraan bermotor.

Polusi dapat terbagi menjadi 3, diantaranya:

Polusi Tanah
Penyebab utama polusi tanah adalah sampah. Sampah yang berbahan plastik, kaca, logam dan insektisida akan sulit di urai oleh dekomposer di dalam tanah. Akibatnya sampah itu tidak hancur, dan terbenam di dalam tanah dalam jangka waktu lama. Dan sampah yang mengandung insektisida dan logam dapat merusak kehidupan di dalam tanah yaitu cacing yang berfungsi untuk menggemburkan tanah.. Maka,  tidak heran sampah plastik, kaca, logam sering didaur ulang oleh orang-orang kreatif menjadi suatu barang baru yang memiliki nilai guna kembali demi mengurangi polusi tanah.

Polusi  Air
Yang paling sering menyebabkan polusi air adalah limbah pabrik, limbah rumah sakit, limbah rumah tangga, limbah pertanian, sampah organik, dan logam berat. Polutan inilah yang menyebabkan komposisi air menjadi tidak layak dan merusak ekosistem air.

Polusi Udara
Polusi udara merupakan faktor utama penyebab efek rumah kaca. Polusi udara dapat terjadi karena banyak faktor diantaranya pembakaran hutan, asap kendaraan bermotor. Pembakaran hutan inilah yang menyebabkan berkurangnya asupan oksigen untuk manusia .

Pembangunan Yang Tidak Terencana dan Tidak Tertata Rapih
Meluapnya kepadatan penduduk menuntut para petinggi atau pengusaha untuk membangun tempat tinggal. Dampaknya adalah kerusakan hutan dan hilangnya lahan pertaniaan. Pohon sengaja ditebang dan lahan pertanian ditimbun untuk mendapatkan lahan kosong yang akan digunakan untuk membangun perumahan dan perkantoran. Akibatnya bumi menjadi semakin gersang ,dan timbul berbagai bencana seperti tanah longsor dan banjir.

Dengan demikian, Marilah kita terus menggalakkan Gerakan Go Green! demi menjaga keseimbangan ekosistem di bumi dan membuat bumi sebagai tempat yang terbaik untuk kita berlindung.


SUMBER :
http://www.p-wec.org/id/go-green
http://www.anneahira.com/go-green-adalah.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Penggunaan_kembali
http://www.ksdasulsel.org/konservasi/176-go-green
http://yongkyangkianata.blogspot.com/2013/02/contoh-makalah-tentang-go-green.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Penggunaan_kembali

Minggu, 08 Januari 2017


”Banyak guru kesulitan membuat karya tulis.” demikian diungkapkan Deni Kurniawan, ketua Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (Agupena) Jawa Tengah dalam acara pelatihan karya tulis guru di Banyumas (SM 28/03/09). Memang tak jarang guru yang mengeluh ketika predikat guru profesional mensyaratkan adanya karya tulis. Banyak di antara mereka putus asa, lalu memvonis dirinya ”tidak berbakat.”
Benarkah bakat menjadi biangnya? Jika ya, apakah seorang penulis produktif hanya mengandalkan bakatnya?
William Faulkner dalam Masun Lasimo (2005) mengatakan, faktor bakat tidak cukup dominan untuk mangarahkan seseorang menjadi penulis. 90 persen kecakapan menulis dihasilkan melalui belajar dan latihan. Jelas, motivasi berpengaruh besar di sini, yaitu mendorong kita agar mau belajar dan melakukan latihan secara terus menerus. Persoalannya, bagaimana agar motivasi tetap bercokol dalam diri kita? Banyak guru yang gagal memotivasi diri untuk menulis.
Berdasarkan pengalaman penulis ada beberapa hal yang memotivasi mengapa saya menulis. Pertama, ingin memperoleh sensasi, atau kepuasan psikologis. Benar saja, ketika tulisan berhasil dimuat, ada kepuasan luar biasa, kemudian timbul keinginan untuk terus menulis, dan hingga kini keinginan itu masih terjaga.
Kedua, sebagai seorang guru, penulis berharap tulisannya dapat menambah point dalam sertifikasi dan angka kredit. Bagi guru harapan ini tidaklah berlebihan dan bisa menjadi tujuan utama.
Ketiga, adanya keyakinan bahwa diri saya ”bisa menulis”. Keyakinan ini muncul setelah penulis banyak membaca artikel yang ada di media masa, kemudian terdorong untuk melakukan hal yang sama. ”Jika yang lain bisa, mengapa saya tidak?” Namun demikian hal tersebut tidak serta merta dapat terwujud tanpa didukung oleh upaya lain seperti, membaca, mengamati, mencatat, berdiskusi, dan yang lebih penting adalah mempraktikan.
Praktik adalah wujud nyata dari tindakan kita. Betapapun seringnya kita mengikuti pelatihan, mustahil kita menjadi penulis tanpa praktik yang kontinyu. Tumbuhkan motivasi dan terus berpraktik niscaya anda pun akan menjadi guru dan penulis, semoga.
Muhammad Aminudin, S.Pd. - Guru Seni SMAN 1 Rembang Purbalingga

Terbanyak Dibaca